Jenis dan Ketentuan Pidana Kecelakaan Lalin menurut UU 22/2009 & KUHP


Berdasarkan data yang dikeluarkan disitus resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia, kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah sebanyak 47.621 kecelakaan dengan persentase 65 persen diantaranya tabrakan,31 persen terguling dan 4 persen kondisi terbakar. jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan data kecelakaan lalin tahun 2009 yang berjumlah 62.290 kecelakaan.

Kecelakaan lalu lintas menurut Pasal 1 ke 24 UU/22 th 2009 adalah suatu peristiwa dijalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalin yakni :

1.    Kelalaian pengguna jalan, misalnya : menggunakan handphone ketika mengemudi, kondisi tubuh letih dan mengantuk, mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk,kurangnya pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas dsb.

2.    Ketidaklaikan kendaraan, misalnya : kendaraan dengan modifikasi yang tidak standard, rem blong,kondisi ban yang sudah tidak layak pakai,batas muatan yang melebihi batas angkut kendaraan dsb.

3.    Ketidaklaikan jalan dan/atau lingkungan. : kondisi jalan yang berlubang, kurangnya pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan dsb.

Jenis Kecelakaan Menurut UU 22/2009

Menurut jenisnya kecelakaan lalu lintas digolongkan atas beberapa penggolongan sebagaimana diatur dalam Pasal 229 UU 22/2009 yakni :

  1. kecelakaan lalin ringan, yakni merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan dan/atau barang.
  2. kecelakaan lalin sedang, yakni kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang. luka ringan dimaksud adalah luka yang mengakibatkan korban menderita sakit yang tidak memerlukan perawatan inap dirumah sakit atau selain yang diklasifikasikan dalam luka berat.
  3. kecelakaan lalin berat, yakni kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dan/atau luka berat. luka berat dimaksud adalah yang mengakibatkan korban :
  • jatuh sakit dan tidak ada harapan sembuh sama sekali atau menimbulkan bahaya maut.
  • tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan.
  • kehilangan salah satu panca indera.
  • menderita cacat berat atau lumpuh.
  • terganggu daya pikir selama 4 (empat) minggu lebih.
  • gugur atau matinya kandungan seseorang.
  • luka yang membutuhkan perawatan rumah sakit lebih dari tiga puluh hari.

Ketentuan Pidana

Menurut UU 22/2009

Pasal 310

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalin dengan :

1.    Kerusakan kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam ) bulan dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000,00- (satu juta rupiah).

2.    Korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.2.000.000,00- (dua juta rupiah).

3.    Korban luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.10.000.000,00- (sepuluh juta rupiah), dalam hal kecelakaan tersebut mengakibatkan orang lain meninggal dunia dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam ) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12.000.000,00- (dua belas juta rupiah).”

Pasal 311

Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara dan keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah).

dalam hal perbuatan tersebut mengakibatkan kecelakaan lalin dengan :

1.    kerusakan kendaraan dan/atau barang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.4.000.000,00- (empat juta rupiah).

2.    korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp.8.000.000,00- (delapan juta rupiah).

3.    korban luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), dalam hal kecelakaan tersebut mengakibatkan orang lain meninggal dunia dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp.24.000.000,- (dua puluh empat juta rupiah).

Menurut KUHP

Menyebabkan mati atau luka-luka karena kealpaan

Pasal 359 KUHP

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Pasal 360 KUHP

(1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

(2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebahkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timhul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Mengenai tabrak lari

Tabrak lari umumnya merupakan istilah dengan pengertian bahwa pelaku atau dalam hal ini pengemudi kendaraan bermotor meninggalkan korban kecelakaan lalin dan ketika itu tidak menghentikan kendaraan yang dikemudikannya.

Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalin sebagaimana diatur dalam Pasal 231 UU 22/2009 wajib :

1.    menghentikan kendaraan yang dikemudikannya.

2.    Memberikan pertolongan kepada korban.

3.    Melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia Terdekat; dan

4.    Memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.

Lantas bagaimana dengan pengemudi kendaraan yang karena keadaan memaksa tidak dapat menghentikan kendaraan ataupun memberikan pertolongan kepada korban ketika kecelakaan lalin terjadi ?

Keadaan memaksa dalam hal ini dimaksudkan bahwa situasi dilingkungan lokasi kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri pengemudi, terutama dari amukan massa dan kondisi pengemudi yang tidak berdaya untuk memberikan pertolongan.

Terhadap hal tersebut maka pengemudi kendaraan bermotor segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat. Jika hal ini tidak juga dilakukan oleh pengemudi yang dimaksud maka berdasarkan Pasal 312 UU 22/2009 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp.75.000.000.,- (tujuh puluh lima juta rupiah).

Jenis Pidana bagi pelaku tindak pidana lalu lintas

Bagi pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana berupa pidana penjara, kurungan, atau denda dan selain itu dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas.

Betapapun kealpaan merupakan sesuatu yang sulit dihindarkan namun hendaknya anda selalu waspada ketika anda mengemudikan kendaraan anda dengan membatasi hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalin,karena nyawa anda tidaklah sebanyak ketika anda bermain play station ataupun game racing lainnya. Ingat, keluarga ataupun orang-orang terdekat yang anda sayangi menunggu anda dirumah. (Tq)

About these ads

24 comments on “Jenis dan Ketentuan Pidana Kecelakaan Lalin menurut UU 22/2009 & KUHP

    • Anak yang melakukan suatu tindak pidana/di tetapkan sebagai tersangka bukanlah tidak dapat dihukum, namun sebisa mungkin hukuman yang diberikan tidaklah berat. Negara Indonesia menjamin suatu prinsip pokok penerapan hukum terhadap anak, yakni tidak adanya diskriminasi dalam bentuk apapun, didasarkan pada kepentingan yang terbaik bagi anak, memberikan hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak, sesuai dengan Konvensi Hak-hak Anak. Hal tersebut diperkuat lagi oleh, Pasal 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyebutkan bahwa:
      Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berrkualitas, berahlak mulia, dan sejahtera.
      Pasal 16 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa:
      Penangkapan, penahanan, atau pidana penjara hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.
      upaya terakhir dalam hal ini adalah apabila masih dapat diberikan upaya lain maka penangkapan, penahanan atau penjara sebaiknya tidak dilakukan dalam rangka menjamin kesejahteraan hidup anak tersebut….demikian tks

      • kalau begitu menurut pasal yang anda sampaikan, banyak orang mati sia sia di jalan, apa lagi anak jaman sekarang naik sepeda motor yang ugal ugalan, tidak ada surat izin mengemudinya. apakah pasal itu dapat dipertahankan terus dinegara kita ini.

  1. Apakah kalo korban luka berat tersangka bisa di penjara,sedangkan dari pihak kami sdh siap akan memberi santunan pertama rp 3.500.000.- kedua rp 15.000.000.-jumlah Rp 18.500.000.- tapi korban nuntut kami Rp 60.000.000.-
    pertanyaan kami kalo kasus ini di lanjut kami akan di kenakan pasal brapa,trima kasih.

    • mengenai pasal yang diterapkan terhadap perkara yang anda alami, jikalau ditemukan adanya unsur kelalaian maka memenuhi unsur Pasal 310 ayat 3 yang menyebutkan “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
      yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
      Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana
      dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan
      pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
      denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta
      rupiah).”
      mengenai santunan yang diberikan akan dijadikan pertimbangan bagi hal-hal yang meringankan dalam pemeriksaan perkara tersebut.
      demikian tks..

  2. mau nanya mas,teman saya beberapa bulan yang lau mengalami kecelakaan yang menyebabkan teman saya dirawat di rumah sakit dan lawannya meninggal dunia dirumahsakit,setelah sidang dakwaan kok dijerat 3 pasal saya ndak hafal pasal berapa,intinya tututan 2 tahun enam bulan,kok bisa padahal tidak dalam kondisi mabuk murni kecelakaan dan sama2 luka berat cuma yang satu meninggal dunia,kira2 yang pantas berapa bulan/tahun sangsi menurut undang-undang ?? terima kasih

  3. tujuan penegakan hukum bukanlah semata-mata hanya untuk menegakan aturan semata namun dalam penegakan hukum juga harus mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat..mengenai perkara yang dialami oleh rekan anda tanpa menanggapi dakwaan yang didakwakan, terhadap kecelakaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia diatur baik dalam KUHP maupun UU 22/2009 (ketentuan pasal dan ketentuan maksimal ancaman pidana seperti tersebut diatas) terlepas apakah dilakukan dengan unsur kesengajaan ataupun kelalaian tinggal pembuktian di persidangan nantinya.
    namun demikian pertimbangan hakim pada hal-hal yang dianggap meringankan akan dipertimbangkan pada putusan nantinya misalnya pembiayaan terhadap pengurusan jenazah/ adanya santunan terhadap pihak korban yang meninggal dunia….demikian terimakasih

  4. pak saya mau tanya kemarin saudara saya telah dengan tidak sengaja menabrak seorang anak kecil di karenakan kondisi yang tidak bisa di elakkan ( dengan kata lain menghindari tabrakan dengan kendaraan lain namun naasnya dia tidak sengaja menabrak seorang anak kecil kira2 kelas 4 atauh 5 sd yang hendak menyebrang lalu lintas ) setelah itu dia berhenti dan menolong perobatan ke rumah sakit, berhubungan kondisi ekonomi yang sulit dia menggunakan sktm dan jasa raharja untukk menolong biaya pengobatan korban,,,namun pihak keluarga tidak terima dan meminta ganti rugi 40 juta…dan karena tidak sanggup membayar nya pihak korban melimpahkan ke pengadilan….namun mereka secara lisan meminta penambahan ganti rugi menjadi 75 juta rupiah….dan karena pasrah saudara saya tersebut memilih menjalani proses hukum di pengadilan,,,,, yang saya mau tanya apa kira kira pasal yang menberatkan saudara saya ( saudara saya lengkap surat izin mengemudi dan keselamatan diri beserta surat2 kendaraan ) ( saudara saya juga sudah bertanggung jawab dengan menolong si korban ke rumah sakit dan membantu biaya pengobatannya ( total dana yang di keluarkan saudara saya sampai saat ini sebesar 10 juta diluar jasa raharja dan sktm ).

    • terimakasih atas pertanyaan sdr…jika yang didakwakan pada keluarga sdr dianggap melakukan suatu kealpaan atau kelalaian, dan di persidangan ditemukan fakta bahwa terdapat unsur-unsur kelalaian serta akibat dari kejadian tersebut apakah menimbulkan luka ringan ataupun luka berat maka ketentuan pasal 310 UU 22/2009 dan atau Pasal UU 360 KUHP berlaku namun demikian apabila ditemukan unsur lain yang bukan dianggap sebagai suatu kelalaian dalam proses penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup pasti telah menetapkan pasal yang tepat terhadap suatu perbuatan pidana.
      namun dengan adanya pembiayaan yang dikeluarkan secara pribadi untuk maksud membantu biaya perobatan hal tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam hal2 yang meringankan pada putusan nantinya…dmikian trims

  5. pak saya mau tanya,kmrin saudara saya tidak sengaja menabrak seorang ibu rumah tangga yang pulang dari pasar,kejadian itu terjadi pada saat saudara saya ingin mengejar waktu untuk menolong orang,sehingga waktu dijalan,ada seorang ibu yang mengendarai sepeda motor ingin berbelok,namun si ibu tidak memberikan kode.sehingga tabrakan itu terjadi sampai si ibu meninggal,dan saudara saya pun pingsan,namun pihak dari saudara saya sudah memberikan gnti rugi sebesar 8 juta,sudah ada perdamaian dari pihak korban,namun selama 3 bulan saudara saya masih dipenjara,bagaimana itu pak…
    tolong balasannya

  6. apakah org y tabrakan sampai jatuh korban meninggal dunia msh tetap di tahan dan kena denda? sedagkan pihak keluarga korban sama keluarga si pelaku sudah berdamai secara kekeluargaan….. tlg d jwb bagi y tau harus ngambil lagkah ap kel. pelaku….?

  7. kendaraan roda 4, menabrak kendaraan roda2, korban ada pada pengendara roda 2 luka2. kejadiannya menurut orang awam, spm nya yg salah: motong jalan dari arah berlawanan, tanpa sim, tanpa helm. tempat kecelakaannya di jalurnya roda 4. kira-kira keputusan hukumnya untuk kasus diatas bagaimana? karena selama ini yg terjadi seandainya spm vs mobil, pasti mobil yg menanggung semua akibat kecelakaan itu, terimakasih

  8. adik saya kemarin mengalami kecelakaan lalin, adik saya tidak punya SIM sehingga ditekan oleh pihak kedua untuk mengganti kerugian, mobil yg dikendarai adik saya tidak rusak sedangkan pihak kedua ada kerusakan. kami sudah itikad baik untuk mengganti kerugian dgn perbaikan di bengkel pilihan kami tetapi mereka keukeuh ingin diperbaiki dibengkel pilihan mereka dengan harga mahal. sebelum ada kesepakatan mobil pihak kedua sudah diperbaiki, sehingga pihak kami juga tidak tau kerusakannya seperti apa, tapi pihak kami terus ditekan untuk ganti keseluruhan biaya perbaikan. Jika pihak kedua menuntut secara hukum, apakah adik saya bisa di tuntut?karena kami sendiri juga kurang yakin yang salah sebenarnya siapa.

    trims

  9. Mau tanya pak…Abang saya telah mengalami kecelakaan (tabrakan) sipelaku membawa abang saya ke RS yang terdekat setelah itu ditinggalkan begitu saja, saya sekeluarga masih bersyukur pelaku masih mau membawa abang saya ke RS tetapi yang disesalkan disini pelaku meninggalkan abang saya begitu saja di RS (kabur). Kondisi abang saya tangan dan kaki sebelah kanan patah.Untuk no.pol kendaraan sudah tercatat di RS. Dan hal ini sudah dilaporkan Ke kepolisian dan sampai saat ini pula pelaku belum tertangkap yang saya mau tanyakan apakah kita bisa meminta informasi mengenai pelaku tersebut?karena kalau menunggu kabar dari polisi sepertinya lama sekali. Kami sekeluarga hanya ingin pelaku untuk bertanggung jawab atas perbuatannya (Biaya RS,Biaya perbaikan kendaraan).

  10. Admin’
    Saya Mau tanya “bebarapa hari lalu Saudara saya melintasi JL. Trans yang dimana pada saat itu saudara saya mendapat Musibah kecelakaan yang diakibatkan oleh seorang anak kecil yang berlari dari arah seberang jalan menuju tempat saudara saya berkendara, pada saat itulah terjadi kecelakaan. pertanyaan saya 1. sebenarnya yang perlu disalahkan siapa…?? 2. pada saat si korban dalam perawatan di R.S Keluarga Korban Meminta pertanggungjawaban dimana setiap Pembelian Resep Dokter pada Pagi Hari Saudara saya harus memenuhinya..?(Bukankah hal ini disebut dengan Pemerasan) sementara dalam Musyawarah seperti yang dibicarakan hal ini harus 50:50 atau seimbang sementara dari keluarga Korban tidak ada partisipasinya…!! Mohon Pencerahannya

  11. Pak mau tanya
    Saya kecelakaan di perempatan lmpu merah
    Katanya ga boleh blok kanan qu belok tapi qu dah ksh sen kanan
    Dan dari belakang nabrak saya

    Terus aku. Di salahkan
    Dan qu tanggung biyaya pengobatan
    Tapi dia minta sampe smbuh
    Qu kan ga mampu gimana pak
    Stnk mtr ktp saya d tahan ama korban pak

  12. Pak saya mau tanya anak saya berumur 15 th menabrak seorang anak, kejadian ini murni kecelakaan keadaan anak luka ringan, kami sebagai orang tuanya telah membantu pengobatannya dirumah sakit seperti dirongsen dan obat-obatan dan telah melakukan ST-Scan segala karena permintaan keluarga semua hasil pemeriksaan korban membuktikan akorban tidak apa-apa dan semua permintaan keluarga korban telah kami penuhi, tapi setelah semua permintaanya kami turuti dan saat penandatangannan pernyataan pihak keluarga menuntut lagi uang sebesar Rp.2.000.000,- berhubung keadaankeluarga kami yang pas-pasan kami hanya pasrah, yang kami tanyakan apakah apabila kasus ini dilimpahkan kepengadilan apah anak kami akan ditahan paak, berhubung sekarang dia kelas III SMP dan sedang tahap ujian2 TO kami takut anak kami stres.

  13. pak saya mau tanya..
    teman saya kecelakaan
    kronologi nya.. teman saya membawa mobil kijang innova di pagi hari pukul 01:30 dengan kecepata bekisar 90-100km..
    sepanjang lampu dim dia tidak kelihatan ada mobil truck.. kurang lebih jarak 90 meter baru kelihatan ada truck belok tanpa lampu belakan dan tanpa lampu sen..
    kemudian supir innova langsung injak rem.. setelah ia ngerem roda mobil berhenti berputar namun mobil yg di kemudikan tetap jalan dan akhir nya tabrakan dengan mobil truck.
    di dalam mobil innova ada 4 orang…. 1supir,3 penumpang. supir mengalami luka-luka ringan.1penumpang meninggal dunia. 2 penumpang luka-luka ringan. sekarang mereka semua sudah berdamai tidak saling menuntut
    pertanyaan saya..
    apakah kedua supir truck dan supir innova kena hukuman? atau cuma salah satu supir saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s